SHARE

primaradio.co.id – Pelatih Jawa Timur yang sudah bersertifikasi dan berkompeten sangat minim. Untuk itu, KONI Jatim mendorong lebih dari 200 pelatih untuk memiliki sertifikasi profesi, sehingga bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut Wakil Ketua Umum KONI Jatim, Dhimam Abror mengatakan bahwa jika dirata-rata, ada sekitar lima pelatih yang ada di tiap cabang olahraga (cabor). Dengan jumlah sekitar 40 cabor yang ada di Jatim, maka diperkirakan lebih dari 200 pelatih yang belum memiliki kompetensi sertifikasi pelatih.

Dhimam juga menambahkan, bahwa sertifikasi pelatih memang mutlak dibutuhkan. Alasan utama, adalah persaingan pelatih pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berjalan tahun ini. Selain itu, dengan adanya sertifikasi ini, maka jenjang karir jelas, karena pelatih juga dilatih leadership, dan psikologi. Yang lebih penting lagi, pelatih yang memiliki sertifikasi akan punya kompetensi jelas untuk menjadi pelatih kepala.

Peluang berlatih di luar negeri juga besar, karena ada standarnya dan tak mengandalkan lisensi kepelatihan AFC untuk pelatih sepakbola. Maka dari itu, pihaknya meminta semua pelatih dari Jatim untuk memiliki sertifikasi pelatih, lewat Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga (LSP POR) yang ditunjuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).