SHARE
Utusan Khusus Presiden untuk MDGs Nila F Moeloek menandatangani MoU di Kantor Utusan Khusus Presiden untuk MDGs Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (23/6). Metro Tv dan Utusan Khusus Presiden untuk MDGs bekerjasama dalam hal komunikasi dan sosialisasi berbagai informasi dan kegiatan yang mendukung pencapaian target MDGs. MI/ROMMY PUJIANTO

primaradio.co.id – Menghadiri Seminar Nasional Dharma Wanita Persatuan di Jakarta, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan bahwa para perempuan, khususnya kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi guna mencegah terjadinya kasus kekerdilan pada anak atau “stunting”.

“Ibu-ibu harus berpengetahuan tentang kesehatan, juga perilaku. Negara kita begitu subur, tidak kekurangan pangan, tapi bagaimana cara kita mengolah makanan dan mengerti tentang gizi untuk anak-anak kita,” kata Nila.

Nila mengungkapkan bahwa jumlah anak yang mengalami kekurangan gizi dan kekerdilan tidak hanya ditemukan di daerah pedesaan, tetapi juga terjadi di kota-kota.

“Di kota pun masih terjadi kekurangan gizi. Salah satunya adalah karena perilaku, ibu-ibu perlu didorong agar mengerti tentang pemberian gizi pada anak-anak kita,” tutur Nila.

Data Kementerian Kesehatan 2016 menunjukkan angka kekerdilan pada anak di Indonesia 27,5 persen. Angka tersebut masih jauh seperti yang ditetapkan WHO di mana kekerdilan harus di bawah 20 persen.

Selain itu, Menteri Kesehatan meminta kepada para ibu untuk mengedukasi anak-anak agar menyadari pentingnya tentang menjaga kesehatan.

Menkes Nila juga meminta peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mengonsumsi rokok.

“Ibu-ibu saya titip, anak-anak kita banyak yang merokok. Kita lihat di RPJMN harus turun jadi 5 persen, tapi malah naik ke 8 persen dari 7 persen. Ingatkan anak-anak tidak merokok,” ucap Nila. (*)

Sumber : antara