SHARE
JAKARTA, 12/1 - DAMPAK PENURUNAN BBM. Menkeu sekaligus Menko Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, memberikan keterangan pers mengenai dampak penurunan bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai sektor ekonomi di Jakarta, Senin (12/1). Pemerintah menurunkan lagi harga BBM yakni premium dari Rp5.000 menjadi Rp4.500 sementara solar turun dari Rp4.800 menjadi Rp4.500 mulai tanggal 15 Januari 2009. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/nz/09.

primaradio.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti pentingnya visi dan strategi yang harus dimiliki institusi keuangan terutama perbankan dalam menghadapi berbagai macam disrupsi yang sedang terjadi, khususnya bidang teknologi

“Perbankan diharapkan mampu memiliki visi menghadapi berbagai macam disrupsi, terutama mengenai disrupsi teknologi,” kata Sri Mulyani dalam seminar nasional “Political Economy Outlook 2018” di Jakarta, Rabu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meyakini bahwa banyak pelaku di industri perbankan familiar dengan perkembangan di bidang teknologi. Namun, respons perusahaan terhadap disrupsi teknologi yang terjadi dinilai masih belum memadai.

Ia mengatakan masih ada jarak atau “gap” antara pemahaman mengenai tren yang sedang berlangsung dan pengambilan keputusan di perusahaan.

“Kami berharap institusi keuangan mampu memahami disrupsi dan juga bisa meresponsnya,” kata dia.

Ia mengatakan, fenomena disrupsi yang dimunculkan akibat perkembangan teknologi saat ini tengah menjadi fokus pembicaraan para menteri keuangan dan pemimpin bank sentral di berbagai negara.

“Lembaga keuangan harus mampu melihat tren adanya pergeseran yang tercipta akibat perkembangan teknologi tersebut. Apakah bank akan terus menjadi institusi eksklusif sebagai intermediator. Itu sampai pada masalah eksistensialisme pada bank,” ucap dia.

Selain itu, fenomena perkembangan di bidang teknologi juga memunculkan risiko turunannya yang menyangkut isu keamanan siber.

“Proteksi terhadap data dan uang sangat riil sekarang. Ini fenomena yang saya harapkan akan banyak didiskusikan,” ucap Sri Mulyani. (*)

sumber : antara