SHARE
ACT Bersama Pesepeda Lakukan Aksi Gowes Berbagi

primaradio.co.id – Di tengah kondisi pandemi yang menyulitkan banyak orang, ternyata tidak menutup sisi kepedulian masyarakat. Dengan semangat hari pahlawan, Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur bersama komunitas-komunitas pesepeda, diantaranya Subcyclist, Gowbar, 031 Brompton, Bromptonpreneur dan pesepeda-pesepeda lainnya didukung oleh 103.8 PRIMA RADIO SBY mengadakan agenda “Gowes Kemanusiaan” pada hari Minggu, 15 November 2020 membawa tema “Berbagi Pangan Berbagi Kebahagiaan”.

Start pukul 06.00 titik kumpul di depan kantor ACT Jatim, Jl. Gayungsari Barat X no. 41 Surabaya. Pesepeda sudah bersiap dengan sembako yang sudah disiapkan tim ACT, hasil donasi dari para donatur. Setidaknya 35 pesepeda berangkat secara beriringan yang terdiri dari anak muda, kaum ibu, bapak-bapak, professional dan pengusaha, tidak ada batas semua membaur bersama dari jenis sepeda apapun. Mengingat kondisi masih dalam masa pandemi maka jumlah peserta masih dibatasi.

Dari kantor ACT, tim pesepeda mengisi setidaknya 9 titik lumbung sedekah pangan dengan rute Gayungsari – Jambangan – Ketintang – Kebraon – Kembali ke ACT melewati sungai dengan perahu ke Gayungsari. Sedangkan tim Sidoarjo mengarah ke titik sedekah pangan yang ada di Pagi Pagi Coffee di Jl. Sultan Agung Sidoarjo. Total rute yang dilalui sejauh 20 km.

Bantuan yang dikirimkan berupa beras, gula, sayuran, popok bayi, sabun cuci, susu, kopi, dsb. 9 titik lumbung sedekah pangan tersebut diantaranya ada di Asrama Yatim dan Masjid-masjid. “Terima kasih.. saya punya dua anak dan ini keliling jualan baju, terima kasih bantuannya.” Ujar Pak Hadi yang menerima manfaat dari Lumbung Sedekah Pangan di Masjid Al Hidayah, ketintang.

“Saya jualan pentol keliling mbak, terima kasih ya bantuannya.” Ujar Pak Waras, penjual pentol yang cukup sepuh kepada teman-teman gowes ketika mengisi lumbung sedekah pangan di Masjid Madinah Luhur, Kebraon.

Sementara Denny Baskoro dari ACT mengatakan “kegiatan Gowes Kemanusiaan ini kedepan akan kita laksanakan lagi, harapannya dengan jumlah pegiat yang lebih banyak sehingga manfaat yang dirasakan juga semakin besar. Kita juga berharap tidak hanya dilakukan oleh para pesepeda saja, namun juga bisa ke komunitas lainnya, entah itu pecinta otomotif, komunitas Pengajian, Ibu-ibu PKK, dan komunitas- komunitas lainnya, sehingga suasana kebersamaan antar komunitas bisa terjalin, seperti saat ini, sesama komunitas pecinta sepeda melakukan kegiatan yang sama, untuk saling berbagi”. (*)