SHARE

primaradio.co.id – POTRET SURABAYA :

Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mengadakan Jambore Sepeda Tua yang masuk dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya ke-724. Jambore ini yang akan berlangsung pada 6-7 Mei nanti, rencananya akan diikuti oleh 2.500 peserta. Para peserta tersebut berasal dari Jatim dan di luar Jatim.

Menurut Slamet Mulyono Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia, Jambore Sepeda Tua ini sudah menjadi bagian dari rangkaian HJKS selama lima tahun terakhir. Dia juga mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dari “Ngonthel” bareng ini.

“Acara yang diikuti oleh berbagai kalangan ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Untuk itu, harapannya Surabaya bisa menjadi barometer nusantara,” kata Slamet kepada Reporter Primaradio.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Afghani Wardhana menambahkan , benang merah Jambore Sepeda Tua dengan Hari Jadi Kota Surabaya ke 724 adalah untuk melestarikan budaya dan sejarah Kota Surabaya.

“Dalam Jambore Sepeda Tua para pengonthelnya memakai pakaian pejuang. Ini menjadi simbol patriotisme, meski sekarang konteksnya untuk membangun kota Surabaya dan negara Indonesia termasuk memajukan bidang olahraga lewat sepeda tua, “ujar Afghani kepada reporter Primaradio.

IMG_5492

Jambore ini juga akan diisi oleh lomba-lomba dan pameran pernak-pernik sepeda tua.
Lomba yang dimaksud tersebut dibagi dalam dua kategori, yaitu lomba individu dan beregu. Untuk lomba secara individu tersebut akan berlangsung pada Sabtu (6/4/2017), yang meliputi Lomba Bersepeda Lambat dan Lomba Dorong Sepeda Mundur. Sedangkan lomba secara grup akan berlangsung pada esok harinya, meliputi Lomba Kostum dan Lomba Ngonthel Bareng.

Sementara Jambore kali ini akan dimulai di Stadion Gelora 10 November pada jam 07.00 WIB. Sedangkan untuk rute yang dipilih, yaitu Tambaksari (Stadion Gelora 10 November) – Ambengan – Kusuma Bangsa – Kapasari – Kenjeran – Kedung Cowek – Tambak Wedi Baru – putar balik arah menuju Nambangan – Jembatan Surabaya – Sukolilo Lor – Kenjeran – Kapas Krampung – Tambaksari (kembali ke lokasi awal).

Masyarakat Surabaya dan peserta pun juga bisa mengunjungi pameran pernak-pernik sepeda tua yang terkadang susah ditemukan di tempat lainnya. (bee)