SHARE

primaradio.co.id – Dari peta proyek yang disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa waktu lalu, memperlihatkan pembangunan proyek ini tidak memanfaatkan jalan yang sudah ada, kemudian diperlebar. Melainkan membebaskan lahan seluas 11,9 hektare yang tercatat 247 persil.

Jalan dengan lebar sekitar 8 meter itu berbentuk menikung menuju ke titik bundaran sisi timur Perumahan Pondok Tjandra, wilayah Waru, Sidoarjo. Tepatnya di dekat akses masuk dan keluar tol Waru – Juanda, yaitu pintu di Tambak Sumur.

Akses jalur MERR Gunung Anyar ini targetnya untuk memecah kemacetan dari Surabaya menuju Sidoarjo sisi timur, terutama di Jl A Yani, bundaran Waru hingga Gedangan. Juga jalur menuju Bandara Juanda yang melalui wilayah Rungkut Kidul hingga Sedati.

Menurut Salah satu warga Gunung Anyar Tengah, Kemas A Chalim, mengatakan bahwa mayoritas warga Gunung Anyar sangat antusias dengan pembangunan proyek jalan MERR ini. Saat ini, dengan belum selesainya MERR II C di wilayah Surabaya, warga sudah sering memadati areal MERR di wilayah Sidoarjo. Karena jalurnya buntu, di titik jembatan penghubung jalan menuju kampus Sekolah Pelayaran milik Kementerian Perhubungan, dimanfaatkan untuk kegiatan komersil.(zum/nji)