SHARE

prmaradio.co.id – Bank Indonesia Jawa Timur mengumumkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat terhadap bisnis properti sebesar 4,3 persen pada triwulan pertama 2016 dibanding triwulan keempat pada 2015 sebesar 4,9 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi Jatim dinilai masih tinggi yaitu mencapai 5,54 persen pada 2015. Indeks properti pada 2016 juga mengalami penurunan 4,97 persen pada triwulan pertama dibanding dengan 2015 mencapai 7 persen.

Sedangkan pada sektor real eastate nilai kredit yang tercatat dalam analisa bank BI mengalami pelambatan penyaluran dana oleh perbankan yakni dari 9,58 persen turun pada triwulan pertama Januari 2016 sebesar 9,51 persen.

Menurut Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Jatim, Taufik Saleh mengatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mendasar yakni harga tanah yang menurun sampai 1,87 persen, rumah kecil, menengah dan ke atas mengalami kenaikan harga bangunan, dan upah kerja yang mengalami kenaikan setiap tahunnya juga sangat mempengaruhi bisnis properti dari tahun 2014 sampai 2015.

Taufik juga menambahkan, suku bunga pada 2015 mencapai 12 persen sedangkan untuk suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada 2015 mencapai 11,5 persen. Dengan turunnya BI rate 25 basis poin diyakini akan mendorong pasar properti untuk diminati masyarakat dengan pola kredit kepada perbankan. Target pencapaian indeks properti skala nasional dari 4,6 persen dimungkinkan untuk naik 0,1 persen menjadi 4,7 persen pada 2016.