SHARE

primaradio.co.id – Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengakui telah meminta Dishub dan Organda di Jatim menurunkan tarif sesuai surat edaran dari pemerintah pusat.

Perintah tersebut dipatuhi oleh Orgabda Jatim. Menurut Ketua Organda Jatim Mustofa mengaku akan mengikuti. Bahkan, ia mengakui ada unsur keterpaksaan mengikuti aturan itu karena takut dengan bully yang kini marak terjadi di media sosial. Ia mengungkapkan, penurunan harga premium sebesar Rp500 atau 9,7 persen sebenarnya tidak memengaruhi pendapatan para pemilik bus. Apalagi saat ini harga onderdil serta ban bus mengalami kenaikan hingga 150 persen.

Mustofa juga menambahan, harga premium turun sebenarnya Organda tidak diuntungkan. Tetapi demi masyarakat, sehingga Organda sudah sepakat akan menurunkan tarif angkutan. (zum/nji)