SHARE

primaradio.co.id – Sementara itu, pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy membenarkan berdasarkan catatan SKK Migas, saat ini di Indonesia hanya ada 66 perusahaan migas yang masih benar-benar aktif. Dari sejumlah perusahaan yang gulung tikar tersebut, beberapa di antaranya adalah perusahaan asing.

Ichsan mengatakan bahwa ada tiga faktor penting yang menyebabkan banyaknya perusahaan migas di Indonesia yang gulung tikar. Yakni, tak adanya kepastian hukum dan pejabat pemerintah yang memegang otoritas tidak mau bertanggung jawab.

Meski demikian, gulung tikarnya perusahaan migas juga menjadi fenomena global. Seperti di Negeri Paman Sam, terdapat lebih dari 500 perusahaan migas. Dari jumlah itu, sebanyak 165 perusahaan telah ambruk dan tidak beroperasi.

Meski banyak yang gulung tikar, dengan besarnya potensi migas di Indonesia, dirinya berharap eksplorasi migas benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.Pakar Ekonomi : Tak Ada Kepastian Hukum, Perusahaan Migas Gulung Tikar

Sementara itu, pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy membenarkan berdasarkan catatan SKK Migas, saat ini di Indonesia hanya ada 66 perusahaan migas yang masih benar-benar aktif. Dari sejumlah perusahaan yang gulung tikar tersebut, beberapa di antaranya adalah perusahaan asing.

Ichsan mengatakan bahwa ada tiga faktor penting yang menyebabkan banyaknya perusahaan migas di Indonesia yang gulung tikar. Yakni, tak adanya kepastian hukum dan pejabat pemerintah yang memegang otoritas tidak mau bertanggung jawab.

Meski demikian, gulung tikarnya perusahaan migas juga menjadi fenomena global. Seperti di Negeri Paman Sam, terdapat lebih dari 500 perusahaan migas. Dari jumlah itu, sebanyak 165 perusahaan telah ambruk dan tidak beroperasi.

Meski banyak yang gulung tikar, dengan besarnya potensi migas di Indonesia, dirinya berharap eksplorasi migas benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.