SHARE

primaradio.co.id – Protes keras dari masyarakat mengenai rencana pengeboran sumur baru Lapindo Brantas Inc menyebabkan aktivitas untuk sementara dihentikan. Sebab, warga sekitar masih trauma akan semburan selanjutnyaa.

Menurut pakar Geologi ITS Amien Widodo mengatakan bahwa, pengeboran berisiko tinggi jika tidak diteliti terlebih dahulu. Kondisi lokasi pengeboran yang letaknya hanya 2,5 kilometer di sebelah utara dari pusat semburan gas dan lumpur Porong. Pasalnya, pada tahun 2008 terjadi penurunan tanah yang menyebabkan tanah retak, keluar gas, dan rumah penduduk rusak. Tanah yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut lokasinya sekitar 500 meter dari pusat semburan. Kondisi gas yang sangat pekat juga mengganggu kesehatan warga sekitar. Hingga sembilan Rukun Tetangga (RT) di wilayah itu perlu diungsikan.

Amien juga menambahkan, pihaknya sangat setuju aktivitas pengeboran dihentikan untuk sementara waktu. Karena belum diketahui bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah semburan sudah berhenti atau justru semakin melebar.(zum/nji)