SHARE
Ketua Emiritus Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar mmebuak pameran franchise (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.co.id – Pertumbuhan perekonomian suatu bangsa dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah wirausahawan (entrepreneur). Kehadiran industri waralaba diharapkan turut berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia antara lain melalui penyerapan tenaga kerja serta ekspansi gerai di berbagai daerah di Indonesia. Survei terhadap industri waralaba nasional pada 2014 mencatat omzet sebesar Rp 172 triliun yang berasal dari 698 merek waralsaba, dimana 63 persennya merupakan peluang usaha. Tenaga kerja yang langsung terserap mencapai sekitar 910.000 orang, belum termasuk jumlah orang lainnya yang mendapatkan manfaat dari industri ini.

Sejalan dengan visi tersebut, Asosiasi Franchise Indonesia bersama dengan Majalah Franchise Indonesia pada tahun ini hendak melanjutkan rangkaian Road Show Nasional Info Franchise dan Busines Concept 2018 (IFBC) yang menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pengusaha dengan memilih ragam referensi peluang bisnis (franchise, peluang usaha, distributor, keagenan atau kemitraan) melalui sarana Pameran di 5 kota besar di Indonesia. IFBC 2018 kota Surabaya berlangsung pad 20-22 April 2018 di The Square Ballroom, ICBC Center, Surabaya dan merupakan pameran kali ke- 146.

Ketua Emiritus Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar mengatakan peluang usaha franchise masih terbuka lebar di Indonesia namun diperlukan keuletan dalam berusaha serta perlu meningkatkan ilmunya agar dapat mengella usaha dengan baik.

“Kita harus bisa mengekspor hasil usaha kita, jangan hanya terima impor. Kami terus berikan bimbingan agar pengembangan usaha waralaba tidak hanya terpusat di pulau Jawa, “ungkap Anang saat membuka pameran di Surabaya.

Pameran kali ini menghadirkan 50 usaha waralaba baik dalam dan luar negeri. Selain pameran ada juga seminar franchise eksklusif, workshop e-commerce, bincang sukses wirausaha, bincang bisnis inspiratif hingga motivasi bisnis. (bee)