SHARE

primaradio.co.id – House of Sampoerna menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gelar pameran berjudul ‘Memetri Kriya’. Pameran yang digelar di galeri House of Sampoerna mulai tanggal 23 November 2017 sampai 6 Januari 2018 ini diadakan demi menjaga keaslian warisan budaya sebagai identitas bangsa di tengah kemajuan teknologi.

Dosen mata kuliah Kriya Logam dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya sekaligus ketua pelaksana pameran, Chrysanti Angge mengatakan, karya kriya yang dibuat dan dipamerkan oleh mahasiswa pendidikan seni rupa Unesa sampai saat ini masih menerapkan dan menggunakan cara tradisional seperti yang digunakan oleh nenek moyang.

“Kita ingin mengatakan bahwa karya kriya yang dibuat jurusan Pendidikan Seni Rupa masih menggunakan cara-cara tradisional yang digunakan nenek moyang kita dahulu. Cara tradisional yang kita miliki sebagai warisan budaya dari nenek moyang kita sekarang ini masih ada. Tetap saja bisa menghasilkan karya-karya sesuai jamannya,” kata Chrysanti.

Dosen Seni di Universitas Negri Surabaya tersebut juga berpesan kepada generasi muda untuk tetap menjaga identitas seni asli Indonesia.

“Untuk kedepannya adik-adik penikmat seni, dan juga lewat dari adik-adik yang mengajarkan karya di SMA, yang telah lulus bisa menularkan dan menjaga bahwa teknik tradisional warisan budaya bangsa Indonesia akan tetap ada. Ini kan memang sebagai identitas bangsa kita. Teknik yang tidak dimiliiki negara lain akan selalu tetap ada dan kita jaga,” tandasnya

Pameran Memetri Kriya yang diperuntukkan untuk umum dan khususnya para pencinta seni rupa ini menghadirkan kurang lebih 30 karya kriya dengan melibatkan 14 dosen, 5 orang mahasiswa, dan 7 alumni Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. (ria/joe)