SHARE

primaradio.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk memantau harga-harga kebutuhan pokok di pengecer menyusul rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahwa jika penurunan harga BBM tidak berpengaruh pada harga kebutuhan pokok, patut diduga ada perilaku nakal atau monopoli dari para pelaku pasar. Pengecer yang memanfaatkan kenaikan harga BBM untuk menaikkan harga komoditas, tetapi tetap menjual dengan harga tinggi meskipun harga BBM sudah diturunkan tidak bisa dibiarkan.

Tulus berharap pemerintah memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku pasar yang melakukan praktik monopoli maupun perilaku lainnya yang ditujukan untuk mempermainkan harga.

Seperti diketahui, pemerintah akan menurunkan harga BBM sebesar Rp500 per liter pada 1 April 2016. BBM yang akan mengalami penurunan harga adalah BBM jenis premium dan solar. Rencana penurunan harga BBM itu juga diikuti oleh sektor transportasi yang diturunkan sebesar 3 persen. (Zum/Nji)