SHARE

primaradio.co.id – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mensinyalir ada kepentingan dari pihak luar terkait penjualan minuman berakohol (mihol). Hal ini setelah Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Surabaya menolak hasil Panitia Khusus (Pansus) Rencana Peraturan Daerah Minuman Beralkohol (Raperda Mihol).

Menurut Ketua Tandfidziyah NU Kota Surabaya, Dr Achmad Muhibuddin Zuhri, mengatakan bahwa ada persekongkolan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap peredaran miras dengan orang-orang dalam DPRD. Menurutnya, penjegalan raperda pelarangan total mihol ini sudah mulai kelihatan sejak pansus memutuskan tekad tersebut. Hal tersebut diketahui setelah kedatangan rombongan para ulama dari PCNU Kota Surabaya, pansus akhirnya mengubah arah pembahasan raperda mihol, dari yang semula pembatasan dan pengendalian mihol menjadi pelarangan.

NU Surabaya menilai keputusan pelarangan minuman beralkohol tersebut didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan Surabaya bebas narkoba dan mihol.(zum/nji)