SHARE

primaradio.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur ajak masyarakat Jatim gemar berinvestasi di Pasar Modal. Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan, pemahaman masyarakat Jawa Timur terhadap investasi di Pasar Modal masih sangat kecil. Padahal, jika masyarakat memiliki kesadaran untuk ber investasi, hal ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia atau BEI, dari Jawa Timur baru sekitar 47 perusahaan yang melantai di Bursa Efek.

“Kita ingin yang menguasai bursa itu adalah investor-investor lokal, terutama Jawa Timur. Dari data BPS yang kita lihat tadi, masih kecil sekali. Dari 559 perusahaan besar yang melantai di bursa efek, itu dari Jawa Timur sekitar 47,” kata Gus Ipul kepada reporter Primaradio.

Gus Ipul pun menyayangkan minimnya perusahaan lokal yang berinvestasi di Bursa Efek.

“Padahal kita punya begitu banyak perusahaan besar, dan juga yang menengah kecil. Padahal ini bisa menjadi alternatif pembiayaan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, gus Ipul juga memberikan masukan kepada penguasa lokal.

“Saya mencoba memberikan pemahaman kepada pengusaha-pengusaha kita, termasuk juga masyarakat luas supaya lebih memahami, mengerti, dan mereka ikut berpartisipasi. Daripada hutang luar negeri, bisa mengambil dana dari masyarakat lewat bursa ini,” tandasnya.

Dari data Badan Pusat Statistik atau BPS, penduduk Jatim yang saat ini memahami investasi di pasar modal baru sekitar 67.000 orang atau 0,1 persen dari total jumlah penduduk Jawa Timur 39 juta jiwa. Gus Ipul optimis, jika masyarakat gemar berinvestasi di Pasar Modal, hal ini dapat membuat investor lokal, khususnya dari Jawa Timur dapat menguasai pasar modal.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi yang cukup besar untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pasar modal di Indonesia. Untuk mencapainya, haruslah di dukung dengan upaya sosialisasi kepada masyarakat, memberi edukasi, dan memberikan infrastruktur yang mudah dijangkau oleh masyarakat. (mge)