SHARE
Ilustrasi

primaradio.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mempunyai strategi khusus dalam mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Penyelenggaran ujian tahun ini merupakan tahun kedua, sehingga diharapkan lebih matang baik dari mulai proses persiapan hingga pelaksanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengaku Dindik kota Surabaya mempunyai strategi khusus dalam mensukseskan ujian tahun ini. Selain menyiapkan data anak-anak yang akan mengikuti ujian, beberapa tahapan dalam mensukseskan UNBK dan USBN juga telah dipersiapkan. “Semua kebutuhan sesuai dengan tahapan-tahapan sudah kita siapkan,” kata Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan beberapa strategi telah disiapkan dalam pelaksanaan ujian tahun ini. Pertama, sekolah yang sudah mumpuni dalam hal sarana dan prasarana bisa melaksanakan ujian secara mandiri. Hal yang dimaksud adalah kesiapan dalam fasilitas kebutuhan komputer maupun ruangan.

Kedua, SD dan SMP di Surabaya yang berada dalam satu naungan yayasan bisa saling membantu, terkait penjadwalan ujian dan penggunaan komputer bisa disesuaikan secara bergantian. “Ketika SMP ujian, mereka bisa saling bantu untuk bergantian menggunakan fasilitas di SMA, SMK atau SD,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Ikhsan, pihaknya telah menghimbau kepada sekolah dengan satu sub rayon terdekat bisa saling membantu. Misalnya, sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lebih, bisa melaksanakan ujian sebanyak dua sesi. Tujuannya, supaya dapat membantu sekolah lain dalam satu sub rayon. “Tahun sekarang ini kita tinggal memperkuat, karena makin lama sudah semakin sedikit sekolah yang bergabung dengan sekolah lain,” urai pria berkacamata ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Pembinaan Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Iswati mengungkapkan, total peserta ujian Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 42.246 peserta ujian. Dengan rincian, SMP negeri 16,726 peserta, SMP swasta 21.291 peserta, SMP terbuka 310 peserta, MTS negeri 942 peserta, dan MTS swasta sebanyak 2.603 peserta. Sementara untuk sekolah penyelenggara ujian terdiri dari SMP negeri sebanyak 52, SMP swasta sebanyak 265, sekolah terbuka sebanyak 12 dan MTS sebanyak 3873 sekolah.

“Untuk UN terdiri dari empat mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Sementara untuk USBN SMP tahun ini terdiri dari semua mata pelajaran,” ujar Iswati.

Ditanya terkait jadwal pelaksaan ujian tingkat SMP, Iswati menjelaskan, ujian nasional akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 April, untuk susulan pada tanggal 8 – 9 Mei. Sedangkan USBN pada tanggal 9 – 13 April, 16 – 19 April, dan 2 – 3 Mei. “Jadi pelaksanaan USBN ada sebelas hari, sementara untuk susulan pada 30 april, 4, dan 5 mei,” pungkasnya. (*)