SHARE

primaradio.co.id – Sementara itu, terkait adanya penyalahgunaan peruntukan tempat tinggal, pemerintah Kota Surabaya mengaku memang kerap kali menemukannya.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Tanah dan Bangunan (DPTB) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan bahwa penyalahgunaan tersebut berupa disewakan lagi kepada yang non-KTP Surabaya. Namun, pihaknya menegaskan hal tersebut akan ketahuan mengingat seringnya pemkot Surabaya menggelar penertiban.

Yayuk juga menambahkan, tinggal di rusunawa telah mengubah perilaku penghuninya untuk lebih toleran dan memiliki semangat kebersamaan. Tak hanya itu, kesadaran mereka untuk saling mengingatkan juga tinggi. Misalnya warga bertindak kriminalitas, bertindak jorok, atau menyalahi aturan. Jika sulit diingatkan, mereka akan dilaporkan ke pengelola. (Zum/Nji)