SHARE

primaradio.co.id – Persaingan industry semen bakal semakin ketat. Pasalnya, sejumlah produsen baru mulai bermunculan dan beroperasi di sejumlah wilayah di Indonesia tahun 2016 ini. Diantaranya, Semen Merah Putih yang kapasitas produksinya mencapai 4,0 mio ton, Semen Anhuicoach dengan kapasitas 1,7 mio ton, Siam Cement 1,8 mio ton, dan Semen Pan Asia berkapasita 1,8 mio ton.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan bahwa datangnya empat pemain baru itu jelas memanaskan persaingan dengan sejumlah produsen semen yang sudah eksis di Indonesia. Terutama bagi produsen semen di Jawa. Seperti Semen Indonesia yang berkapasitas 29 mio ton, Semen Andalas 1,6 mio ton, Semen Baturasa 2,0 mio ton, Indo Cement 25,9 mio ton, Holcim dengan kapasitasnya 12,1 mio ton, Semen Bosowa 6,0 mio ton, Semen Kupang 0,5 mio ton, Semen Juishin 2,0 mio ton, dan Semen Puger yang memiliki kapasitas 0,3 mio ton.

Dari semua produsen itu, pasar semen di Indonesia masih dikuasai Semen Indonesia dengan market share mencapai 42 persen.

Sigit juga menambahkan, untuk menghadapi ketatnya persaingan, beberapa langkah strategis yang ditempuh adalah dengan terus melakukan improvement dan meningkatkan kapasitas pabrik-pabrik existing, serta membangun pabrik baru untuk menambah kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas pabrik existing itu seperti yang dilakukan di pabrik Tuban I, II dan III. Dari sebelumnya kapasitas produksi hanya sekitar 7.000 ton per hari, sekarang sudah meningkat menjadi 9.000 ton per hari.

Setelah pasar semen di tahun 2015 mengalami penurunan cukup tajam, pada 2016 ini PT Semen Indonesia lebih focus menggarap pasar domestic. Tapi tetap menjaga pasar eksport yang sudah dijalankan selama ini. Termasuk ekspor ke Sri Lanka, Vietnam, Singapura, Filipina dan Timor Leste.