SHARE

primaradio.co.id – PT PLN (Persero) kembali menurunkan tarif listrik nonsubsidi pada Maret 2016 dengan kisaran Rp26 hingga Rp41 per kWh.

Menurut Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan bahwa penurunan tarif listrik untuk 12 golongan pelanggan tersebut karena harga minyak mentah turun (Indonesia Crude Price/ICP) dari sebesar 35,48 dollar AS per barel menjadi 27,49 dollar per barel pada Januari 2016. Selain itu, nilai inflasi juga menyebabkan tarif listrik ikut turun.

Benny juga menambahkan, tarif listrik konsumen dengan tegangan rendah (TR) mengalami penurunan dari Rp1.392 menjadi Rp1.355 per kWh. Golongan tarif masuk kelompok TR adalah rumah tangga kecil R1/1300 VA, rumah tangga kecil R1/2200 VA, rumah tangga sedang R2/3500-5500 VA, dan rumah tangga besar R3/6600 VA ke atas. Pelanggan lain adalah bisnis menengah B2/6600 VA-200 kVA, pemerintah sedang P1/6600 VA-200 kVA, dan penerangan jalan P3. (Zum/Nji)