SHARE

primaradio.co.id – Pemerintah terus mendorong akselerasi pembangunan dan pemerataan ekonomi nasional, dengan lebih menitikberatkan pengembangan industri manufaktur dalam industri pengolahan nonmigas.

“Pengembangan industri manufaktur nonmigas diprioritaskan pada sektor yang berbasis sumber daya alam dan menyerap lapangan kerja yang besar seperti industri kimia dasar dan industri logam,” kata Presiden Joko Widodo melalui keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Jokowi menyampaikan hal itu saat menyampaikan keynote speech pada acara Sarasehan Kedua 100 Ekonom Indonesia.

Jokowi memandang, saat ini penting sekali melakukan transformasi ekonomi, yang menggeser ekonomi berbasis konsumsi menjadi berbasis manufaktur. Sehingga lebih produktif dan memberikan efek berganda yang lebih besar.

“Jadi, yang berbasis manufaktur, menjadi kunci. Karena itu, jangan sampai kita terus mengeskpor sumber daya alam mentah kita tanpa pengolahan,” tegasnya.

Presiden juga menyampaikan, kebijakan ekonomi Indonesia harus terus diarahkan untuk pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas.

Tujuannya adalah mengurangi kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat hilirisasi industri merupakan salah satu upaya strategis untuk menahan pesatnya laju pertumbuhan impor yang dapat menyebabkan pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit).

Hal tersebut diungkapkan saat memberi pidato kunci pada Seminar Nasional Outlook Industri 2018 di Jakarta, kemarin.

“Pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi overheated, karena pertumbuhan impor jauh lebih cepat. Bertolak dari pengalaman dahulu, pemerintah saat ini melihat tiga sektor hulu industri yang mesti mulai dikembangkan, agar impor tidak melonjak saat pertumbuhan ekonomi naik,” paparnya.

Darmin menyatakan, pemerintah tengah memfokuskan program hilirisasi pada tiga kelompok industri pengolahan. Tiga sektor tersebut adalah industri besi dan baja, petrokimia, dan kimia dasar.

“Ketiganya itu punya banyak sekali produk turunan yang dibutuhkan berbagai sektor lain,” ujarnya. (*)

sumber : antara