SHARE
Manager Humas Daop 8 Gatut Sutiyatmoko (Foto: Dok prima Radio)

primaradio.co.id – Memasuki musim penghujan, PT.KAI DAOP 8 lakukan antisipasi di titik rawan bencana.

Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan bahwa lebih kurang ada 10 titik rawan bencana, dan salah satu yg perlu diwaspadai adalah jalur porong yang berpotensi terjadinya banjir. Dalam hal ini, Gatut juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada 299 petugas tambahan yang diberi nama ‘flying gang’ untuk ditugaskan ke seluruh wilayah DAOP 8.

“Kami menyiapkan regu ‘flying gang’ atau regu penanganan cepat gangguan. Kami menugaskan sebanyak 299 petugas. 68 personel sebagai pemeriksa jalan ekstra, 169 personel sebagai penjaga perlintas ekstra, dan 62 personil memantau titik rawan terjadinya gangguan,” kata Gatut.

Selain itu, Gatut juga menjelaskan titik rawan bencana yang menjadi wilayah DAOP 8, sekaligus menjelaskan bagaimana cara mengatasinya.

“Trutama yang saat ini terjadi di tanggul Lapindo, sering terjadi banjir. Bukan hanya di Lapindo, juga ada di Stasion Kalimas juga rawan banjir. Kemudian di daerah Ngeblug, Pakis Haji itu rawan longsor, kemudian di daerah Bojonegoro. Jadi ada kurang lebih sepuluh titik yang berpotensi terjadinya gangguan,” tandasnya.

Upaya lain yang sudah dilakukan oleh PT. KAI DAOP 8 adalah menyediakan alat material untuk siaga atau ‘AMUS’ berupa karung pasir, bantalan bekas, plat besi, yang disiapkan diatas gerbong yang sudah siap digunakan jika terjadi kondisi darurat. (ria/joe)