SHARE
kloter 1 calon jamaah haji di bandara Juanda Surabaya (Foto: Dok Primaradio)

primaradio.co.id – Demi mewujudkan keinginannya untuk bisa pergi berhaji, Sariati (57 tahun) rela makan nasi gugur. Nasi gugur ini ia peroleh dari sisa nasi yang diberikan oleh tetangganya. Nasi ini lantas dikeringkan Sariati menjadi karak dan dimasak ulang untuk ia makan.

“Iya, agar bisa nabung saya hemat. Ada ibu ibu ngasih nasi sisa untuk dijemur, jadi karak saya masak jadi bisa dimakan,” tuturnya.

Sariati penjual sayur keliling berhasil naik haji

Setiap hari, janda beranak satu ini berjualan sayur keliling memakai sepeda pancal. Ia biasa jualan ke kantor kantor yang ada di kota Tuban sejak tahun 90 an.

Sariati mulai menyisihkan uang yang ia dapatkan dibawah tikar dari pandan di rumahnya. Tahun 1995, salah satu pelanggannya menyarankan Sariati untuk menabung uangnya, siapa tahu dapat digunakan untuk daftar haji. Saat itu, ia lantas menabung untuk pertama kali sebesar 2500 rupiah ke salah satu Bank di Tuban.

Keuntungan yang ia dapatkan dari hasil dagangannya saat ini tidak banyak. Dengan modal lima ratus ribu rupiah, keuntungan yang ia dapatkan berkisar lima belas ribu hingga tiga puluh ribu rupiah perhari. “itupun dagangan tidak selalu habis, masih ada sisa,” tuturnya.

Awalnya dulu tahun 2000 an, jelas Sariati keuntungannya lumayan banyak sekitar lima puluh ribu rupiah karena mempunyai langganan katering.”tapi tiga tahun ini ibunya sudah pensiun tidak buat katering lagi, jadi tidak langganan dagangan saya,” ujar Sariati.

Setiap hari, ia menabung uang seadanya sisa makan dan biaya sekolah anaknya, antara tiga ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Ketika terkumpul uang dalam jumlah agak banyak sekitar tigacratus ribu rupiah, Sariati lantas menabungkan uangnya ke bank.

Tahun 2010, uangnya terkumpul 26 juta rupiah. Ia lantas gunakan uang tersebut untuk daftar haji. Untuk menutup ONH, ia juga gunakan hasil dari dagangannya ini.
Melalui haji ini, Sariati ingin bertemu dengan rumah Alloh dan menjadi haji yang mabrur.

Selepas pulang haji nanti, Sariati akan tetap berjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utamanya. (*)