SHARE

primaradio.co.id – Komunitas Muslim Rusia mengusulkan kepada pihak pemerintah untuk membuat pantai yang memisahkan pengunjung pria dan wanita. Ternyata, usulan tersebut tidak hanya disetujui warga Muslim Rusia. Perwakilan komunitas Nasrani, Yahudi, dan Buddha di Rusia juga menyetujui usulan tersebut.

Sebuah proposal yang berisi usulan untuk membuat pantai yang memisahkan pengunjung pria dan perempuan tengah dipersiapkan oleh Wakil Ketua Direktorat Spiritual Muslim Rusia, Albir Krganov. Nantinya, proposal tersebut disampaikan ke Balai Kota Moskow.

Menurutnya, ratusan ribu umat beragama di Moskow menginginkan untuk mengunjungi sebuah pantai kota yang hanya dapat dikunjungi oleh pria ataupun wanita, jadi tidak digabung.

Menurut Wakil Ketua Direktorat Spiritual Muslim Rusia, Albir Krganov, menegaskan umat beragama di Moskow tidak semuanya mampu melakukan perjalanan ke luar negeri, dan memandang perlu untuk membuka area rekreasi tambahan seperti pantai, yang hanya dapat dikunjungi oleh pria ataupun wanita, sehingga tidak digabung.

Krganov menambahkan, sebagian besar umat beragama di Moskow tidak bisa mengunjungi pantai umum karena alasan moral dan agama. Jadi, mereka menginginkan pantai khusus pria dan pantai khusus wanita. Beberapa negara seperti Israel, Turki, dan Jerman telah memiliki pantai yang memisahkan pengunjung pria dan wanita. Usulan untuk membuat pantai yang memisahkan pengunjung pria dan wanita ternyata juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua Serikat Industri Pariwisata Rusia, Yuri Barzykin.