SHARE

primaradio.co.id – Sekolah dilarang membebani orang tua terkait pemenuhan infrastruktur Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena, sejumlah sekolah diketahui memakai infrastruktur UNBK seperti pemakaian laptop siswa.

Beban pemenuhan infrastruktur ini diharapkan tidak dialihkan pada orang tua. Sebab, UNBK hanya diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang sudah berkecukupan baik dari segi personel, peserta maupun infrastruktur

Menurut Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Sudarminto mengatakan bahwa Surabaya yang mengupayakan pelaksanaan 100 persen UNBK. Hingga saat ini, tercatat ada 621 sekolah lembaga penyelenggara UNBK di Surabaya. Namun, sekolah-sekolah tersebut masih punya kesempatan untuk mengundurkan diri jika tidak siap.

Saat ini, Kemendikbud memberi kesempatan pengunduran diri sekolah sampai 15 Februari 2016 kemudian mendaftarkan diri mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) atau Ujian Nasional Paper Based Test (UN PBT).

Sudarminto memastikan tidak akan ada sekolah yang membebankan kebutuhan UNBK kepada wali murid. Sejak awal Dindik Surabaya mengimbau untuk tidak ada pungutan terkait pelaksanaan UNBK.(zum/nji)