SHARE

primaradio.co.id – Sementara itu, Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan Dindik Jatim Hudiyono menjelaskan pelaksanaan program SMK Mini menggunakan sistem top down dan buttom up. Sistem top down merupakan regulasi yang tercantum dalam Perda Nomer 9 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan. Sementara buttom up merupakan pelaksanaan yang dijaring dari aspirasi masyarakat.

Hudiono juga menambahkan, sasaran SMK Mini lebih pada sekolah kecil yang lebih membutuhkan pemberdayaan. Sehingga, peralatan praktikum yang sudah dibeli dengan anggaran SMK Mini, bisa dimaksimalkan penggunaannya.

Hingga 2017 mendatang road map yang ditetapkan Gubernur Jatim adalah melahirkan 80.000 tenaga terampil kelas menengah di Jatim. Dengan rincian tahun 2014 ada 80 SMK Mini dengan sasaran 16.000 siswa. Pada 2015 ada 100 SMK Mini dengan sasaran 20.000 siswa dan tahun ini juga 100 lembaga dengan sasaran 20.000 siswa.