SHARE

primaradio.co.id – Program SMK Mini yang digagas Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim sejak 2014 dipastikan akan terus berlanjut hingga 2017. Apalagi hasil evaluasi pelaksanaan SMK Mini berjalan lancar selama dua tahun terakhir.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa program tersebut akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim. Terlebih sasaran SMK mini ini merupakan pondok pesantren yang menerapkan sekolah diniyah.

Soekarwo juga menambahkan, kebanyakan sekolah ini tidak memprioritaskan pembelajaran baca tulis bahasa Indonesia, sehingga menambah angka buta huruf di Jatim. Ditargetkan sebanyak 400 SMK mini yang ada di Jatim. Dan saat ini tengah menyekolahkan 10.000 siswa pesantren untuk jenjang S1.