SHARE

primaradio.co.id – Sebelum pengelolaan SMA/SMK yang akan diserahkan kepada provinsi, Dinas Pendidikan Jawa Timur tengah mengkaji besaran anggaran. Pasalnya, Pemerintah Jawa Timur mengaku akan mengoptimalkan penanganan pada wajar 12 tahun.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa besarnya kebutuhan anggaran tidak hanya ditopang APBD Jawa Timur, melainkan juga dana dari APBN. Pihaknya memastikan tidak ada masalah soal anggaran pengelolaan SMA/SMK. Pengelolaan SMA/SMK akan berusaha dioptimalkan dengan wajib belajar (Wajar) 12 tahun.

Seperti diketahui, wajar 12 tahun di Jawa Timur baru diikuti oleh 1.483.729 peserta didik. Jumlah itu jika dipersentasekan dalam Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan menengah baru mencapai 57,6 persen. Padahal, tahun 2018 ditargetkan APM mencapai 70 persen. (Zum/Nji)