SHARE

primaradio.co.id – Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mampu terlaksana jika buruh dan pekerja menerima upah layak.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa saat ini sudah cukup banyak potongan yang dibebankan kepada pekerja, di antaranya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Iqbal juga menambahkan, kalangan pekerja tidak akan mempermasalahkan ada potongan lagi untuk iuran Tapera asalkan upah yang diterima betul-betul sudah layak. Apalagi pekerja juga memerlukan rumah. Saat ini, 80 persen buruh adalah penerima upah minimum yang untuk membeli rumah tipe 27 mengalami kesulitan. Bila harga rumah Rp120 juta, maka perlu uang muka Rp6 juta dan jumlah tersebut dinilai besar.

Sebelumnya, kalangan pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak pengesahan UU tapera tersebut. Sebab, selain menambah beban pengusaha, UU Tapera juga dinilai terlalu dipaksakan.