SHARE

primaradio.co.id – BPJS Ketenagakerjaan menargetkan besaran iuran peserta tahun 2016 sebesar Rp40 triliun. Hal ini berarti rata-rata iuran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan yang masuk sekitar Rp3,3 triliun per bulannya. Namun, hingga bulan April ini total besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai Rp6 triliun, dengan demikian per bulan iuran kepesertaan yang masuk hanya sekira Rp1,5 triliun atau masih di bawah target rata-rata.

Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan bahwa seharusnya masuk bulan keempat atau April tahun ini berjumlah Rp13 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih sekira Rp7 triliun. Hal ini mengindikasikan target iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gagal terakomodasi.

Sementara itu, Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (Kornas MP BPJS) Hery Susanto mengaku kepemimpinan Agus atau direktur BPJS Ketenagakerjaan yang masih dalam fase orientasi dianggap gagal. Sebab, bagaimanapun juga direktur baru harus siap bekerja, mengingat besar gaji dirut BPJS mencapai Rp180 juta per bulan. (zum/nji)