SHARE

primaradio.co.id – Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan naiknya tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan berlaku per 1 April mendatang, harus dijelaskan dan disertai peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan harus diikuti dengan peningkatan pelayanan. Apalagi hingga saat ini masih ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang didapat.

Deddy juga menambahkan, rencana ke naikan tarif iuran BPJS Kesehatan, disebabkan lembaga kesehatan bentukan pemerintah ini mengalami kerugian hingga triliunan rupiah. Diakui Deddy, selama ini masih banyak masyarakat peserta BPJS Kesehatan tidak terlayani dengan baik. Pasalnya di Jawa Barat masih minim sarana prasarana kesehatannya. Termasuk adanya keterbatasan dari rumah sakit rujukan.

Sebenarnya, masalah defisit keuangan BPJS Kesehatan hingga triliunan rupiah, sebetulnya bisa diatasi dengan optimalisasi kepesertaan. Apa lagi saat ini sekitar 60 persen karyawan BUMN belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. (Zum/Nji)