SHARE

primaradio.co.id – Tol Waru-Juanda akan mengalami kenaikan. Namun, sampai saat ini pengelola tol Waru-Juanda masih belum bisa memastikaan besaran kenaikan tarif tol. Diprediksi kenaikan sekitar 10 persen. Jika selama ini tarif tol menuju Bandara Juanda sebesar Rp 7.000, bulan Juli 2016 nanti akan naik menjadi Rp 7.700 atau jika dibulatkan menjadi Rp 8.000. Namun jika besaran kenaikan itu di bawah Rp 750 tidak boleh dibulatkan.

Menurut Humas PT Citra Margatama Surabaya, Zulkhoir mengatakan bahwa penyesuaian tarif tol sepenuhnya ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku regulator jalan tol. Setiap pengelola tol harus memenuhi standar pelayanan minimum (SPM). Hal ini sesuai isyarat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Badan ini pula yang memiliki otoritas penyesuaian atau kenaikan tarif tol. Hampir semua pengelola tol berhak menaikkan tarif setiap dua tahun sekali.

Spanduk pengumuman rencana kenaikan tarif jalan tol Waru-Juanda sudah dipasang di gerbang tol, Senin (23/5/2016). Hal ini sesuai dengan PeraturanPemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

—————
Pengguna Tol Berharap Kenaikan Tak Terlalu Mahal

Jalan tol yang akan mengalami kenakkan tarif, harus memenuhi standar kemudahan akses, mobilitas, dan kecepatan tempuh rata-rata. Termasuk keselamatan, unit pertolongan atau penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan, hingga rest area.

Rencana kenaikan tarif tol Waru-Juanda itu disambut berbeda oleh pengemudi yang melintas di sana.

Menurut salah satu pengguna tol, Mualim yang bereaksi keras terkait rencana kenaikan tarif tol tersebut. Pihaknya mengaku tarif tol sekali masuk sebesar Rp 7.000 tersebut dianggap terlalu mahal.

Namun, berbeda dengan Mualim, pengguna ruas tol lainnya, Sandi mengaku malah tak masalah dengan rencana kenaikan tarif tol tersebut. Kenaikan sebesar kurang dari Rp 1.000 dianggap sangat wajar. Bahkan jika naik Rp 2.000 untuk nilai saat ini masih terjangkau.(zum/nji)