SHARE

primaradio.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim akan menggelar operasi pasar selama sebulan Ramadhan. Operasi pasar dengan subsidi biaya angkut ini dilakukan untuk meredam serta mengantisipasi gejolak dan melonjaknya harga menjelang bulan Puasa hingga Lebaran nanti.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim, M Ardi Prasetiawan, mengatakan bahwa operasi pasar akan digelar mulai seminggu sebelum puasa hingga lima hari menjelang lebaran. Ada empat komoditas sembako yang dijual kepada masyarakat selama berlangsungnya operasi pasar. Yakni, beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu. Dan juga akan ditambah dengan komoditas lain, seperti telur, bawang merah, dan cabe.

Ardi juga menambahkan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 7,5 milliar. Anggaran dari APBD Pemprov Jatim ini tidak hanya untuk operasi pasar kali ini saja. Tapi juga untuk beberapa kali operasi pasar pada hari besar keagamaan nasional lainnya, untuk menetralisir melonjaknya harga. Operasi pasar ini akan digelar secara serentak di 38 kabupaten/kota, di dua titik pasar untuk setiap daerah. Kecuali Surabaya, yang digelar di empat titik pasar. Yaitu, pasar Wonokromo, pasar Tambah Rejo, pasar Pucang, dan pasar Soponyono. (Zum/Nji)