SHARE

primaradio.co.id – Ponsel yang dijual di Indonesia, ternyata tidak semua masuk dalam kategori ponsel legal. Pasalnya, banyak ponsel black market atau ilegal yang dijual dipasaran. Bahkan ponsel ini tidak mengantongi izin penjualan dari Kementrian Komunikasi. Untuk itu, diperlukan ketelitian dari konsumen sebelum membeli. Berikut ciri-ciri smartphone yang termasuk barang Black Market atau tidak.

Menurut Ketua Asosiasi Ponsel Indonesia, Ina Hutasoit mengatakan bahwa saat pembelian ponsel, hanya dijanjikan garansi toko, bukan garansi prinsipal pemegang brand. Selain masalah garansi yang tidak jelas, masalah banderol yang tidak wajar patut dicurigai. Pasalnya, ponsel impor yang masuk ke Indonesia wajib dikenakan bea masuk sesuai amanat pasal Pajak Penghasilan Pasal 22.

Ina juga menambahkan, dalam beberapa kasus ponsel ilegal, sering ditemukan bahwa ponsel biasanya masih menggunakan bahasa asli produsen atau tidak ada Bahasa Indonesia. Misalkan jika barang tersebut diimpor dari Tiongkok, di pengaturan ponsel hanya tersedia bahasa mandarin. (zum/nji)