SHARE

Penghentian Kehamilan Bayi Kembar Siam Dinilai Tepat

Penghentian atau terminasi kehamilan saat bayi kembar siam dalam kandungan merupakan langkah tepat. Hal ini untuk menghindari usaha sia-sia ibu terhadap bayinya tak punya harapan hidup baik. Kesempatan hidup untuk kembar siam dengan organ vital yang menyatu sangat kecil. Hal tersebut dilakukan pada kehamilan guru asal Ponorogo, Happy Rachmawati (28). Setelah mengetahui dua bayi perempuan yang dikandungnya memiliki kelainan menyatu pada bagian dada hingga perut.

Menurut Ketua Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto menjelaskan bahwa banyak kasus bayi kembar siam dengan organ vital yang menyatu memiliki kesempatan hidup kecil. Minimal bisa bertahan 2 jam sampai 1 minggu.

Agus juga menambahkan, kedua bayi ini masuk dalam kategori bayi kembar siam non survival karena jantungnya menyatu bahkan hanya memiliki satu bilik kanan jantung. Prioritas tim dokter adalah untuk menyelamatkan ibu bayi karena dalam Undang-Undang (UU) Praktik Kedokteran, resiko menyelamatkan calon ibu diperbolehkan, meskipun itu akan mengakhiri kehamilannya.

Operasi ini merupakan kasus ketujuh terminasi kehamilan kembar siam di RSUD Dr Soetomo. Enam kasus terminasi kehamilan sebelumnya tak bisa diungkapkan karena pasien menolak membuka kasusnya untuk publik. Mereka mau mengungkap kasusnya ke publik demi alasan pengetahuan dan pendidikan.