SHARE
foto : tahuberita.com

primaradio.co.id – Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) selama lebaran, PT Pertamina (Persero) memastikan akan menambah pasokan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan BBM, yang tentunya merugikan masyarakat.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan, untuk menyiapkan ketahanan stok menjelang mudik Lebaran 2017, posisi stok bahan bakar minyak ditambah dari kondisi normal. Pasokan Premium naik 19,04 persen menjadi 1,29 juta kl dibandingkan dengan kondisi normal 1,12 juta kl. Pasokan solar dinaikkan 10,36 persen menjadi 1,81 juta kl dibandingkan dengan kondisi normal 1,64 juta kl.

Penambahan stok juga dilakukan pada jenis lain yakni Pertalite sebesar 16,49 persen dari 975.276 kl menjadi 1,13 juta kl, serta Pertamax naik 14,49 persen dari semula 695.079 kl menjadi 798.699 kl. Sementara untuk liquefied petroleum gas (LPG), stoknya ditambah 17,5 persen dari 277.564 ton menjadi 326.371 ton.

Iskandar menyebut, Kenaikan stok diperkirakan terjadi karena perubahan pola mobilisasi selama mudik. Pihaknya juga memprediksikan, pada tahun ini kenaikan konsumsi gasolin termasuk Premium, Pertalite dan Pertamax, menyentuh angka 9,7 persen selama kegiatan mudik.

Muchamad Iskandar juga menjelaskan, pada lebaran tahun ini, dipastiakan ada beberapa titik kepadatan arus kendaraan yang secara otomatis konsumsi BBM-nya mengalami kenaikan. dia menyebut kenaikan konsumsi di Jawa Tengah sebesar 25,8 persen. Untuk jalur Sumatra, kenaikan tertinggi berada di Sumatra Barat dengan kenaikan 22,7 persen dan Lampung yang menjadi titik temu kendaraan yang berasal dari Pulau Jawa sehingga konsumsi naik 17 persen.

“Wilayah yang cukup signifikan kenaikannya, yang kita antisipasi khusus yaitu persentase kenaikan terbesar di Jateng. Prediksi kita akan naik di 25,8 persen atau 26 persen dari rata-rata biasa karena itu di sana prediksi kita masih akan terjadi hiruk pikuk kemacetan dari arus mudik dari Jawa Tengah ke Jawa Barat atau Jawa Timur,” katanya.

Sebagai acuannya, Iskandar menyebut, pergerakan konsumsi BBM bisa dilihat pada 12 hari sebelum dan sesudah lebaran. Atas dasar itu, pihaknya akan melakukan antisipasi dini dengan menjaga stok, jangan sampai kurang dari 20 hari.

Adapun, pihaknya pun menyiapkan akses distribusi di titik kemacetan dan ruas-ruas tol baru yang difungsikan untuk memperlancar arus mudik. BBM kemasan, katanya, disediakan selama mudik berlangsung guna mengantisipasi macetnya distribusi BBM.

Sumber : Tempo