SHARE
BI kpw Jatim sosialisasikan GPN (foto: Akke Andhika)

primaradio.co.id – Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau yang dulu disebut National Payment Gateway (NPG) itu adalah upaya agar kita setara dengan Negara lain, seperti Malaysia udah punya, singapura, hongkong yang mempunyai suatu platform pembayaran sendiri. Pada tanggal 3 Mei 2018 Bank Indonesia bersama kementrian BUMD, Kementrian Sosial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Perbanas resmi memunculkan kartu berlogo GPN sebagai tindak lanjut kick off GPN 4 Desember 2017 yang lalu.

“Gerbang Pembayaran Nasional atau yang dulu disebut National Payment Gateway (NPG) itu adalah upaya agar kita setara dengan Negara lain, Malaysia udah punya, singapura, hongkong. Nah kita sudah mengarah ke sana. Suatu hambatan dari terwujudnya one single platform adalah sistem yang beda-beda yang dipakai oleh bang. Itu yang menyulitkan masyarakat sehingga masyarakat memakai kartu yang banyak”, Kata Kepala KPW BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah.

Namun untuk mengarah ke sistem one single platform, terdapat suatu hambatan yang cukup besar, yaitu adanya sistem yang dipakai oleh bank yang ada di Indonesia berbeda-beda. Sehingga menyulitkan masyarakat dan membuat masyarakat memakai kartu yang banyak.

Kedepan semua bank akan menggunakan sitem GPN ini karena sudah disepakai bersama sebelumnya. Dan targetnya pada tahun 2022 penerbit wajib memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM/kartu debet harus memiliki paling sedikit 1 kartu ATM berlogo nasional.

Kepala Grup SP, PR, Layanan Dan Administrasi Yudi Harymukti menuturkan, “Intinya semua bank sudah terikat dengan ketentuan yang sudah disepakati. Sejak launching GPN 3 mei 2018 semua bank harus tuntuk. Jadi 1 januari 2018 bank harus mengeluarkan kartu atm atau debit yang menggunakan logo GPN untuk rekening baru atau masyarakat yang ingin menggantinya, Tapi tahun 2022 itu minimum satu kartu harus memiliki kartu GPN.”

Sementara itu terdapat beberapa manfaat kartu atm/debet menggunakan gerbang pembayaran nasional (GPN), antara lain dengan GPN dapat mewujudkan interoperabilitas uang elektronik sehingga seluruh uang dapat digunakan untuk pembayaran, selain itu dengan menggunakan sistem GPN kini 1 merchant dapat menggunakan mesin EDC yang lebih sedikit karena 1 mesin EDC dapat digunakan untuk semua kartu, dan selain itu dengan adanya GPN terdapat koneksi antar switching untuk traksaksi kartu debet.

Dengan kartu GPN atau kartu berlogo nasional ini kerahasiaan data pengguna lebih terjamin karena data server berada di Indonesia dan tidak dikirim ke luar negeri. Selain itu Yudi Harymukti juga menegaskan bahwa pengguna Kartu GPN tak perlu kuatir akan maraknya modus skiming karena mayoritas kejahatan skiming menyasar kartu dengan sistem magnetic, sedangkan kartu GPN menggunakan sistem Chip yang sudah memiliki standarisasi nasional. (alf/bee)