SHARE

primaradio.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama mengakui bahwa negaranya bertanggungjawab atas bencana perubahan iklim (COP21) yang terjadi di Paris.

Menurut Presiden AS Barrack Obama mengatakan bahwa kesungguhan tersebut telah ditunjukkan selama tujuh tahun terakhir. AS gencar melakukan investasi atas teknologi ramah lingkungan. Negara adidaya ini juga mengklaim ambisius mengurangi emisi karbonnya.

Berdasarkan grafik agensi milik PBB, level karbon dioksida Bumi, perlahan tapi pasti mengalami kenaikan 400 ppm per tahunnya sejak 1984. Dengan rata-rata tingkat karbon dioksida 397,7 ppm pada 2014 dan masih terus naik di awal 2015. Kondisi ini diperparah oleh El Nino dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Akibatnya, emisi gas rumah kaca dunia mencapai titik tertinggi pada 2015.

Sekedar diketahui, China dan AS merupakan negara penyumbang emisi terbesar di dunia. Untuk itu, mereka berlomba-lomba dengan 150 negara lainnya untuk menjalankan program mengatasi emisi hingga 2020. Sayangnya, program yang dijalankan selama ini gagal. Sebab tak memenuhi target pengurangan emisi pada 2010 sebesar 3 derajat celcius.(zum/nji)