SHARE
foto : fm.cnbc.com

primaradio.co.id – Jelang lebaran, Bank Indonesia kantor Perwakilan Jawa Timur lakukan penyegaran uang beredar di masyarakat pulau terpencil.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pihaknya menyalurkan uang sebesar Rp7,2 miliar untuk membersihkan dan menyegarkan uang yang ada di lima pulau terpencil Jawa Timur, yaitu Pulau Sapekan, Masalembu, Bawean, Sapudi, dan Kangean.

Penyaluran dilakukan bekerjasama dengan TNI AL. Difi juga mengatakan, pembersihan dan penyegaran uang rupiah dilakukan karena uang lusuh dan rusak yang dimiliki masyarakat pulau terpencil menjadi uang mati, atau menurut istilah Bank Indonesia, uang yang tidak layak edar. Sementara di lain sisi, pihak perbankan pun tidak berkenan menerima uang yang tidak layak edar itu.

“Jadi kita bekerjasama dengan Angkatan Laut untuk masuk ke pulau-pulau yang sulit dijangkau. Terakhir, kita bawa tujuh miliar dua ratus juta rupiah ke pulau Sapeken, Masalembu, Bawean, Sapudi dan Kangean. Dan frekuensinya dibuat tiga kali dalam setahun. Untuk pengaman juga sesuai SOP angkatan Laut, dan BI pun juga menerjunkan personil untuk membantu pengamanan kegiatan di pulau terpencil.” kata Difi.

Difi menambahkan, pecahan Rupiah yang paling banyak diminati adalah pecahan lima ribu dan sepukuh ribu Rupiah. Difi juga mengimbau agar masyarakat turut merawat uang rupiah yang selama ini beredar dengan tidak menggulung, melipat-lipat, bahkan membiarkannya robek dan diplester, supaya keawetan uang Rupiah bisa tetap terjaga. (bee)