SHARE

primaradio.co.id – Biaya pengurusan izin kapal milik para nelayan di Jatim akan makin murah. Jika sebelumnya, untuk mengurus izin kapal dengan berat 10 – 30 groos ton melalui calo atau kurir, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 5 juta. Kini, biayanya hanya Rp 200.000.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan bahwa turun drastisnya biaya perizinan kapal milik nelayan tersebut setelah pihaknya melakukan upaya jemput bola untuk pemberian layanan kepada para nelayan di wilayah pesisir. Biaya Rp 200.000 yang dikeluarkan nelayan tersebut adalah untuk mengurus perijinan kapal tersebut, untuk membeli materai Rp 6.000 dan pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Jika semua persyaratan lengkap, mulai identitas hingga dokumen kapal yang dikeluarkan Syahbandar, maka SIUP dan Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) akan langsung dikeluarkan oleh Pemprov Jatim, melalui UPT Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) Badan Penanaman Modal.

Heru juga menambahkan, terobosan layanan jemput bola perijinan ini diklaim berhasil menarik minat nelayan mengurus ijin SIPI kapal yang dimiliki. Dampaknya, jika sebelumnya, dari sekitar 6.000 kapal dengan berat 10 – 30 groos ton di Jatim, yang mau mengurus ijin hanya 700 kapal saja. Kini, jumlahnya naik menjadi sekitar 3.000 kapal.

Pemprov berharap sekitar 3.000 kapal nelayan yang belum berijin, tahun 2016 ini semuanya sudah mengurus ijin, agar memiliki legalitas.