SHARE

primaradio.co.id – Ketua DPRD Kota Surabaya mengaku kaget melihat kondisi pasar Keputran Surabaya yang beralih fungsi menjadi tempat tinggal. Dengan tarif sewa yang sangat murah sebulan Rp 26.000, para penyewa stan itu tak menggunakannya untuk aktivital jual beli.

Menurut Ketua DPRD Surabaya, Armuji mengatakan bahwa kondisi seperti itu harus diperbaiki dengan cara melakukan komunikasi dengan penyewa stan. Meski berada di tengah kota, namun pasar tradisional ini kurang bergeliat. Tidak ada penataan yang baik untuk pedagang. Semua campur aduk. Dagangan sayur, makanan, dan baju tak ditata sesuai jenisnya. Ditambah dengan kondisi pasar yang kotor, kumuh, dan semrawut.

Selain melihat kondisi pasar, Armuji juga ingin mendengar sendiri cara pengelolaan salah satu pasar paling lama di Surabaya itu. Mulai dari layanan sampai cara dan sistem sewa stan di pasar ini.

Sementara DPRD Surbaya itu melihat sendiri malah bayak pedagang melakukan aktivitas jualan di depan Pasar Keputran. Di pinggir-pinggir jalan raya dan di atas trotoar. Padahal di lantai 2 pasar masih ada 250 stan melompong. (zum/nji)