SHARE

primaradio.co.id – Musim Penghujan, Dinas Kesehatan Kota Surabaya imbau warga untuk waspada penyakit musiman, leptospirosis.

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Surabaya imbau warga untuk lebih menjaga kebersihan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan hal ini harus dilakukan demi menghindari penyakit yang rentan datang saat musim hujan, diantaranya penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya yang disebabkan oleh nyamuk, serta penyakit Leptospirosis yang disebabkan oleh tikus.

Seperti peristiwa meninggalnya seorang warga di Dukuh Karangan Gang V RT 10 RW 3 Kecamatan Wiyung, Surabaya yang diduga karena terinfeksi bakteri leptospira . Namun hasil ini dikatakan Febria masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kejadian yang di sini (Wiyung) masih diduga. Ada tes kelanjutannya lagi. Kemudian untuk tikusnya, kita sudah ambil untuk dicek oleh BPTKL, itu untuk melihat apakah ada bakteri leptospira di tikus tersebut,” kata Febria.

Selain itu Febria juga menjelaskan tentang gejala dari bakteri leptospira bila sudah menjangkit di tubuh manusia. “Gejalanya hampir mirip flu, panas, terus sakit ototnya. Kemudian mata merah. Nanti kalau sudah dalam diagnosa lanjut, agak kuning matanya,” tandasnya.

Meski begitu, kejadian ini dikatakan belum menjadi kejadian luar biasa di wilayah Kota Surabaya karena masih sebatas suspect . Dalam pencegahan penyakit saat musim hujan ini, Dinas Kesehatan Kota Surabaya sudah melakukan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di dalam dan lingkungan sekitar rumah, dengan membuang tumpukan barang yang sudah tidak terpakai.

Selain itu, Febria juga menyarankan agar sesegera mungkin ke Puskesmas jika mengalami gejala panas untuk dilakukan diagnosa. (ria/joe)