SHARE

primaradio.co.id – Desakan kalangan Dewan agar Pemkot Surabaya membuat pengolahan limbah medis sendiri merupakan hal paling masuk akal.

Meski terdapat 61 rumah sakit dan 63 Puskesmas, namun Kota Surabaya belum punya instalasi pengolah limbah sendiri. Atau masih menggangtungkan pihak ketiga. Padahal Kota Surabaya bertekad ingin membangun wisata rumah sakit. Namun kenyataannya, semua rumah sakit yang ada di Surabaya tak disempurnakan dengan instalasi pengolah limbah.

Menurut Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan bahwa akan segera merealisasikan desakan DPRD kota Surabaya untuk membuat instalasi medis. Saat ini, pihaknya tengah menuntaskan persyaratan sebelum merealisasikan pengolah limbah. Selama ini, ada pihak ketiga yang mengolah limbah medis. Total rumah sakit dan puskesmas itu menggandeng pihak swasta untuk mengolah limbah rumah sakit. Mengingat keterbatasan lahan RS di Surabaya. Pihak ketiga itu telah mengantongi izin transpor, izin angkut, dan izin pengolahan limbah. Sampah-sampah itu diangkut oleh swasta. Terutama Puskesmas yang tidak punya pengolahan limbah medis.

Febria juga menambahkan, untuk merealisasikan pembangunan pengolahan limbah, Dinkes bersama Dinas Lingkungan Hidup tengah membuat kajian khusus terkait pembanguan pengolahan limbah medis di setiap RS dan Puskesmas. Selanjutnya akan mencari lahan yang memenuhi persyaratan untuk pendirian instalasi tersebut. Kajian ini dilakukan untuk pendirian instalasi pengolah limbah medis yang layak. Jangan sampai membawa dampak pada masyarakat.(zum/nji)