SHARE
Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur minta tidak Ada trauma Sosial dan Kekhawatiran Untuk Beribadah (Foto: Alfi Purnomo)

primaradio.co.id – Pasca terjadinya aksi teroris di beberapa Gereja di Surabaya beberapa hari lalu, Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur menggelar pertemuan dengan pihak Kepolisian daerah Jawa Timur, di Mapolda Jawa Timur, Rabu (16/5).

Wakil Rais Syuriah NU Jawa Timur, Ali Maschan Moesa, pada jumpa pers di Media Center, Rabu(16/5) bersama Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur mengharapkan tidak ada trauma sosial pada masyarakat dan juga mengharapkan masyarakat tidak khawatir dan takut untuk beribadah.

“Kita mohon tidak ada trauma sosial pada hari minggu, dan yakinlah bahwa hari minggu itu aman,”kata Ali Maschan Moesa.

Terkait dengan pengamanan khusus di gereja, forum lintas agama dan lintas etnis serta pihak kepolisian sudah sepakat akan meningkatkan kewaspadaan, selain itu Banser dari NU Jatim juga siap untuk membantu mengamankan.

“Kita sudah sepakat hari minggu akan ada peningkatan kewaspadaan dari internal gereja dan Insyaallah Banser NU Jatim akan membantu mengamankan”, imbuh Ali Maschan Moesa.

Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen, Agus Susanto juga mengharapkan kejadian ini tidak menimbulkan gelombang kebencian yang menjadi teror baru. Selain itu Agus Susanto juga menghimbau kepada seluruh umat nasrani yang ada untuk tidak takut datang ke gereja.

“Kami menghimbau kepada seluruh gereja yang ada untuk tidak takut, dan harus berani datang ke gereja pada hari minggu”, kata Agus Susanto.

Selain itu terkait viralnya beberapa video tentang adanya kebencian terhadap identitas tertentu Ali Maschan Moesa berharap masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri. (alf/bee)