SHARE

primaradio.co.id – Polrestabes Surabaya menggelar operasi tindak kejahatan di jalanan sejak beberapa minggu yang lalu. Kegiatan ini merupakan tindakan lanjutan dari arahan kapolri yang ditindaklanjuti kapolda dan Kapolrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan S.I.K mengatakan, Kegiatan ini dimaksudkan untuk cipta kondisi sebelum pelaksanaan Asian Games meskipun Surabaya bukan sebagai tempat penyelenggara.

“Walaupun bukan sebagai tempat penyelenggara, tetapi kita mengadakan operasi imbangan supaya keadaan di Kota Surabaya itu stabil dan akan berdampak pada kota-kota penyelenggara di tempat yang lainnya”, Kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, saat melakukan rilis hasil 3C di Mapolrestabes Surabaya, Senin (9/7).

Dari operasi cipta kondisi yang dilakukan Polrestabes Surabaya beberapa minggu terakhir, total sebanyak 487 premanisme sudah diamankan. Selain itu juga terjaring beberapa kasus 3C ( Curat, Curas, Curanmor) dengan jumlah masing masing, curanmor 6 kasus, curas 20 kasus, dan curat 14 kasus.

Kombes Pol Rudi Setiawan juga menjelaskan meski Asian Games ini hanya berlangsung di Jakarta, Palembang dan Jawa Barat, dan Surabaya bukan menjadi tempat penyelenggara namun diharapkan dengan cipta kondisi ini suasana di seluruh indonesia khususnya Surabaya menjadi damai. “Oleh sebab itu kita tekan kita cikon kita ciptakan kondisi dari masing-masing daerah ini hasil dari Polrestabes Surabaya”, imbuh Kombes Pol Rudi Setiawan.

Sedangkan terkait makin maraknya tindak kejahatan dijalanan akhir-akhir ini, Kapolrestabes Surabaya tersebut dalam acara pers release ini juga menghimbau kepada masyarakat agar ketika berjalan di waktu yang tidak tepat dan tempat sepi untuk tidak menggunakan barang-barang berharga yang terlihat dari luar, seperti cincin, gelang, dan sebagainya.

“Kita menghimbau kepada masyarakat supaya ketika berjalan di waktu-waktu yang tidak tepat dan tempat yang sepi, untuk benar-benar memperhatikan keamanan bagi dirinya sendiri dan tidak membawa barang-barang yang berharga, yang terlihat dari luar, seperti gelang, cincin, dan sebagainya. Itu salah satu upaya preventif kita”, himbau Kapolrestabes Surabaya tersebut.

Selain itu kapolres juga mengajak FKPM, RT, RW untuk kembali meningkatan Siskamling yang ada, sehingga mereka bisa menjaga wilayahnya sendiri. Penggalakan kembali siskamling ini dinilai dapat mencegah terjadinya curat ketika terdapat rumah kosong ketika malam hari.

Kapolrestabes Surabaya juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas semua pelaku kejahatan, dan lebih melindungi warga Kota Surabaya.

“Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran bahwa kita tindak tegas semua pelaku kejahatan. kita harus melindungi warga Kota Surabaya. ya kalau mereka memang membahayakan bagi petugas maupun orang lain, ya upaya tugas itu sudah ada aturan. kalau memang perlu ditembak ditempat itu akan dilakukan tembak ditempat”, tegas Kombes Pol Rudi Setiawan. (alf/bee)