SHARE

primaradio.co.id – Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3/2016) membawa berkah bagi pawang hujan. Pasalnya, profesi tersebut kebanjiran job untuk menolak hujan, karena menurut perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tanggal tersebut diperkirakan berawan atau hujan di beberapa tempat.

Menurut salah satu pawang hujan, Hari Sukemi alias Ki Redjo (41), mengaku sedikitnya sudah tiga orang yang meminta jasanya untuk menolak hujan pada Rabu (9/3/2016).

Ki Redjo juga menambahkan, untuk menolak hujan, diperlukan beberapa ritual khusus. Diantaranya puasa sehari sebelum acara, namun puasa terbaik untuk ritual dilaksanakan pada Selasa Kliwon, yang bulan ini jatuh pada tanggal 1 Maret lalu. Kenapa Selasa Kliwon, karena hari tersebut merupakan hari anggoro kasih. Artinya hari yang paling bagus untuk berhubungan dengan alam semesta.

Selain ritual puasa, saat Hari H di lokasi yang diinginkan tidak berawan atau hujan, sambung Ki Redjo, harus disiapkan sesaji berupa kembang kanthil, dan keris pusaka khusus, yakni pusaka yang memiliki kharisma tertentu.

Disinggung tarif atas menolak hujan tersebut, Ki Redjo mengaku tak mamatok secara terus terang. Namun orang biasanya memberi antara Rp 1 hingga Rp 2 juta.