SHARE

primaradio.co.id – Untuk mendukung perluasan dan percepatan sebagai provinsi industri, dalam rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jatim tahun 2017, Pemprov Jatim bertekad meningkatkan mutu dan kualitas SDM yang berbasis ketrampilan.

Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa program bidang pendidikan, arah kebijakan Jatim adalah meningkatkan rasio SMA dibanding SMK menjadi 30 persen berbanding 70 persen hingga 2019. Priorias pengembangan kualitas SDM dilakukan dengan mengembangkan SMK Mini dan Balai Latihan Kerja (BLK) Plus, dengan fokus pendidikan vokasional atau ketrampilan. Saat ini, di Jatim, telah berdiri sebanyak 270 SMK Mini dengan sembilan bidang keahlian. Seperti, teknologi dan rekayasa, teknologi informatika dan komunikasi, kesehatan. Lulusan SMK Mini ini ternyata sebagian ingin menjadi entrepreneur.

Selain itu, pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) juga tetap dilakukan Pemprov. Sedangkan bidang kesehatan, prioritas diarahkan untuk penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian balita (AKB), HIV/AIDS, tuberkolosis, kusta, pasung, serta balita pendek (stunting).

Soekarwo juga menambahkan, Pemerintah Jawa Timur juga akan terus mengembangkan Polindes dan Ponkesdes. Polindes sebagai jaringan Puskesmas untuk mendekatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Sementara Ponkesdes menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.(zum/nji)