SHARE

primaradio.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Provinsi dalam Pilgub Jatim 2018, di Diamond Meeting Room Grand City Surabaya, Sabtu (7/7). Acara rekapitulasi ini dibuka pukul 10.00 wib dan dipimpin langsung oleh Ketua KPU Jatim Eko Sasmito dan bersama komisioner KPU Jatim lainnya. Selain itu juga turut dihadiri dua saksi dari tiap-tiap pasangan paslon, Bawaslu, serta perwakilan komisioner dari 38 kabupaten/kota Jawa Timur.

Sementara itu untuk saksi, paslon Khofifah-Emil diwakilkan Ketua Tim Pemenangan Roziqi dan Sekretaris Tim Pemenangan Renville Antonio, Sedangkan paslon Gus Ipul-Puti diwakilkan divisi hukumnya, Martin Hamonangan.

Dalam Rapat Rekapitulasi ini Setiap Perwakilan KPU tiap kabuapten/kota diminta memaparkan hasil rekapitulasi di daerahnya. Urut berdasarkan abjadnya, pemaparan hasil rekapitulasi ini dimulai dari Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Jombang, dan seterusnya.

Setelah seluruh perwakilan 38 KPU Kabupaten/kota memaparkan hasil rekapitulasi daerahnya, dapat diketahui bahwa hasil rekapitulasi perhitungan suara tingkat provinsi pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2018 meliputi pasangan nomer urut 1 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak mendapatkan 10.465.218 suara (53,55%), sedangkan pasangan nomor urut 2 Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno mendapatkan 9.076.014 suara 46,45%.

“Dengan berakhirnya rekapitulasi dengan jumlah akhir paslon Khofifah-Emil 10.465.218 suara (53,55%), sedangkan paslon Gus Ipul-Puti 9.076.014 suara 46,45% atau selisih 7,11%, maka kami nyatakan rapat pleno rekapitulasi Pilgub Jatim kami tutup,” kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito saat menutup rapat pleno rekapitulasi terbuka di Diamond Meeting Room Grand City Surabaya, Sabtu (7/7).

Diketahui juga bahwa total suara yang masuk pada Pilgub Jatim 2018 berjumlah 20.323.259 suara. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 19.541.232 dinyatakan sah dan 782.027 lainnya dinyatakan tidak sah.

Dengan hasil rekapitulasi tersebut, sikap berbeda ditunjukan kedua saksi pasangan calon yang ada. Saksi pasangan Khofifah-Emil yang diwakili oleh Renville Antonio mengaku seluruh data dan jumlah suara yang ada di KPU Jatim sudah sesuai dengan data miliknya, sehingga tidak ada sikap keberatan sama sekali. Sikap berbeda ditunjukan oleh saksi pasangan Gus Ipul – Puti yang diwakili Martin Hamonangan, dirinya menolak akan hasil rekapitulasi tingkat KPU Provinsi Jatim ini, karena banyak keberatan di tingkat kabupaten/kota tidak dibahas dan diselesaikan dalam rapat pleno ini. sikap penolakan Martin Hamonangan ini diwujudkan dengan tidak menandatangani hasil rekapitulasi perhitungan suara tingkat provinsi ini.

Menanggapi sikap kedua paslon, Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menegaskan jika sikap tersebut boleh saja dan dirinya membolehkan paslon untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut.

“kita sudah menyelesaikan semuanya, dan rekap kita ini kan merekap hasil dari kawan-kawan kita di kabupaten/kota jadi hasilnya seperti yang dilihat hari ini dan saya pikir ini keberhasilan kita dan masyarakat Jawa Timur. Jadi semua mekanisme sudah diatur di undang-undang, kalau kemudian pasangan calon tidak sepakat dengan ini, boleh melakukan upaya-upaya hukum yang lain. kalau misal tidak sepakat dengan hasil bisa melakukan upaya hukum ke mahkamah konstitusi. Tapi yang jelas kita akan tetap berpendirian inilah hasil yang kita capai. Jadi bagi KPU Jatim, ketiadaan tanda tangan itu bisa dilaksanakan mekanisme lebih lanjut, ya kami beranggapan yang sudah dilakukan KPU kab/kota dan KPU Jawa Timur sudah sesuai dengan perundang-undangan”, kata Eko Sasmito.

Sementara itu ketika penandatanganan hasil rekapitulasi dan berita acara rekapitulasi, kembali terjadi perbedaan sikap antara saksi pasangan calon. Saksi pasangan nomor urut 2, Renville Antonio yang dari awalnya memberikan sikap penolakan dan tidak akan menandatangi berita acara tersebut tetap dengan pendiriannya, namun saksi pasangan nomor urut 2 yang lain, Nursyafa memilih menandatangani hasil rekapitulasi dan berita acara yang ada.

Dan dengan ditetapkannya hasil rekapitulasi tingkat provinsi ini, maka pihak pasangan calon yang kalah diberi waktu selama 3 hari untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika terdapat perbedaan hasil dan pelanggaran selama penyelenggaraan. Namun jika selama 3 hari ini tidak terdapat gugatan, maka selanjutnya akan dilanjutkan dengan penetapan pemenang. (alf/bee)