SHARE
Mahasiswa asing belajar membuat kaos motif Shibori (Foto: Alfi Purnomo)

primaradio.co.id – Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kampung Asem Growong RT 7 RW 5 Surabaya mengajari 45 mahasiswa asing membuat kaos motif Shibori. Kegiatan ini sendiri berlokasi di Jalan Siwalankerto Timur III Surabaya. 45 mahasiswa asing tersebut merupakan peserta dari SuraBali Summer Program.

Program SuraBali sendiri merupakan sebuah summer program yang diselenggarakan oleh tiga universitas di Indonesia yakni UK Petra, Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud). Pesertanya terdiri dari 45 mahasiswa asing yang terdiri dari negara Taiwan, Filipina, India, Singapura, Korea, RRT dan Malaysia, serta 12 mahasiswa Unair/UK Petra/Unud Sehingga totalnya ada 57 mahasiswa

Dalam acara ini, Ibu-ibu PKK kampung Asem Growong mengajari seluruh peserta untuk membuat batik celup yang kemudian di aplikasikan ke kaos. Total sekitar 10 ibu-ibu PKK menjadi pendamping para peserta membuat koas Shibori/kaos jumputan ini. Satu per satu peserta diberi kain dan kaos untuk membuat kaos shibori ini, mereka diberi kebebasan untuk berkreasi.

Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra, dan perencana materi, Yusita Kusumarini mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan untuk mahasiswa tentang tanggug jawab sosial, dan lingkungan. Mereka dibekali materi bisnis model kanvas untuk mengembangkan ide-idenya.

“Hari ini mahasiswa diberi pemahaman tentang tanggung jawab sosial, ekologi dan lingkungan. Dan dibekali materi bisnis model kanvas, agar mereka dapat mengidentifikasi serta mengembangkan ide-ide supaya bisa lebih berpendekatan dengan ekologi sosial. Setelah materi dikelas, ini sebuah tambahan bagi mahasiswa, beberapa yang pernah kita lakukan di Fakultas Seni Desain. Beberapa dosen pernah melakukan pelatihan disini bekerja sama dengan RT RW Asem Growong untuk pelatihan produk kreatif. Salah satunya batik kaos,” papar Dekan Fakultas Seni dan Desain Univ Petra, Yusita kusumarini saat ditemui setelah acara pelatihan batik ibu-ibu PKK Siwalankerto timur III Surabaya, (18/7).

Yusita juga berharap acara seperti ini akan tetap berjalan di tahun-tahun berikutnya, dan terus berkembang. “Kegiatan ini kita harapkan konsorsiumnya akan tetap bisa berjalan, dan di tahun kedepan dengan pengembangan yang lebih beragam lagi topiknya, serta bisa di kembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan tanggung jawab lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu salah satu peserta acara ini, Jia Fan seorang mahasiswa asal China mengungkapkan kebahagiananya mengikuti acara ini, terlebih dengan acara ini mereka bisa menjadi tahu sebagian budaya dan seni Indonesia.

“saya sangat senang dengan kegiatan Surabali ini, disini saya bisa mengetahui budaya dan seni indonesia, seperti batik ini. Saya seneng banget mengikuti workshop disini, meski dihari pertama ada materi batik menulis, sekarang kita di ajarkan batik mengikat.”, kata Jia Fan saat mengikuti pelatihan membuat batik. (alf/bee)