SHARE

primaradio.co.id – Kawasan industri di Jawa Timur terus berkembang. Tercatat sekitar 10 kawasan industri baru bakal beroperasi di Jatim dalam beberapa tahun ke depan. Melihat potensi itu, PT PLN Distribusi Jawa Timur berusaha meraih peluang tersebut.

Menurut Manajer Bidang Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Wisnu Yulianto mengatakan bahwa keberadaan kawasan industri dipastikan membutuhkan aliran listrik. Agar bisa memasok aliran listrik ke kawasan industri baru, PLN telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, membangun empat pembangkit listrik baru yang dijadwalkan mulai beroperasi semua pada tahun 2018. Diantaranya, PLTGU Gresik 800 MW, Peaker Jatim 2.500 MW, Peaker di Grati 450 MW yang jadwalnya mulai beroperasi 2016, serta pembangkit di Tanjung Awar-awar dengan kapasitas 350 MW merupakan lanjutan dari 10.000 MW. Setelah empat pembangkit tersebut beroperasi, berarti total PLN distribusi Jatim memiliki 35 pembangkit.

Wisnu juga menambahkan, untuk melengkapi pembangkit yang ada, PLN juga menargetkan membangun 30 Gardu Induk (GI) baru hingga tahun 2029. Dari jumlah itu, ada 9 gardu induk yang bakal dibangun untuk mendekati kawasan-kawasan industri. Beberapa kawasan industri baru yang menjadi incaran pengembangan bisnis PLN antara lain, JIIPE di Gresik yang di sana akan dipasang GI berkapasitas 150 MW. Kemudian, pemasangan GI di kawasan industri di Banyuwangi dengan kapasitas sebesar 100 MW pada tahun 2017 mendatang. Selain itu, ada target pemasangan GI di Kawasan Industri Tuban (KIT) di Tuban sebesar 60 MW, serta penambahan kapasitas GI di kawasan industri di Ngoro Jombang, dan di PIER Pasuruan.(zum/nji)