SHARE

primaradio.co.id – Jumlah pelanggaran lalu lintas di Surabaya ternyata cukup tinggi. Hal ini terbukti dalam pelaksaan Operasi Simpatik Semeru 2016 di Surabaya, Selasa (1/3/2016) tim gabungan menindak 302 pelanggaran. Tapi tidak semua pelanggaran dikenakan tilang.

Tercatat ada dua penindakan selama Operasi Simpatik 2016 ini, yaitu tilang dan teguran. Mayoritas pelanggar yang ditemukan pada hari pertama pelaksaan Operasi Simpatik ini tak ditilang, yaitu sebanyak 45 pengendara. Sedangkan pelanggar lain yang berjumlah 275 pelanggar ditilang.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan bahwa sasaran utama Operasi Simpatik 2016 adalah pelanggaran di kawasan tertib lalu lintas (KTL). Sebanyak 90 persen pelanggaran akan dikenakan tilang. Sedangkan 10 persen pelanggaran dikenakan teguran. Operasi Simpatik ini tetap mengedepankan teguran terhadap pelanggaran. Tapi teguran hanya diberikan terhadap pelanggaran yang tidak membahayakan diri sendiri atau pengendara lain. Sedangkan pelanggaran yang membahayakan diri sendiri atau pengendara lain akan dikenakan tilang.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP juga menggelar razia secara mobile atau patroli. Razia patroli ini pun tidak hanya menyasar pengendara yang melanggar rambu tertentu. Razia ini juga menyasar pejalan kaki atau pedagang kaki lima (PKL) yang tidak menggunakan jalan atau trotoar sebagaimana mestinya. Penyeberang jalan juga bisa kena sasaran razia. Seharusnya penyeberang jalan menyeberang di zebra cross atau jembatan penyeberangan orang (JPO). Bila petugas melihat penyeberang jalan menyeberang di jalan umum, petugas akan menindaknya.